Transaksi Keuangan dan Pengaruhnya Pada Laporan Keuangan

Transaksi Keuangan

Apa yang akan Anda pelajari:

  • Apa itu Transaksi Keuangan
  • Macam-Macam Transaksi Keuangan
  • Bagaimana Pengaruh Transaksi Pada Akun & Laporan Keuangan

Sebelum terjadinya aktivitas pembukuan, ada satu trigger yang memicu terjadinya proses atau siklus akuntansi. Trigger atau pemicu tersebut yaitu adanya suatu peristiwa yang disebut dengan transaksi atau transaksi bisnis.

Karena transaksi bisnis yang bisa dibukukan harus bisa diukur nilainya dengan uang, transaksi bisnis dikenal dengan istilah transaksi keuangan.

Pada tulisan ini, saya akan membahas apa itu transaksi keuangan, contoh-contoh transaksi pada bisnis UKM, serta pengaruh transaksi pada akun-akun dan laporan keuangan.

Apakah Anda siap? Mari kita mulai!

Apa itu Transaksi Keuangan?

Transaksi adalah persetujuan antara penjual dan pembeli untuk melakukan pertukaran barang, jasa atau instrumen keuangan.

Untuk bisa dilakukan pencatatan atau pembukuan, transaksi yang terjadi pada suatu bisnis harus bisa diukur nilainya dengan satuan uang.

Beberapa contoh transaksi yang terjadi pada bisnis antara lain membeli persediaan, menjual produk, membayar gaji pegawai, membayar tagihan listrik, dll.

Cara Mencatat Transaksi

Berdasarkan ada tidaknya uang tunai atau cash pada saat transaksi, transaksi dibagi menjadi dua macam yaitu transaksi tunai dan transaksi non-tunai.

Transaksi tunai yaitu transaksi yang disertai dengan penerimaan atau penyerahan uang tunai. Sedangkan, transaksi non-tunai adalah transaksi yang tidak disertai dengan adanya penyerahan uang tunai.

Dalam akuntansi, ada dua metode yang digunakan dalam melakukan pencatatan transaksi, yaitu accrual basis dan cash basis.

Pada cash basis, suatu transaksi dicatat ketika bisnis menerima atau mengeluarkan uang. Dengan kata lain, pada cash basis, transaksi dicatat pada transaksi tunai.

Sebaliknya, pada accrual basis, transaksi dicatat ketika pendapatan atau biaya terjadi atau terealisasi, meskipun belum ada penerimaan dan penyerahan uang tunai.

Dalam praktik pembukuan dan akuntansi modern, metode accrual basis lebih banyak digunakan daripada metode cash basis.

Contoh-Contoh Transaksi Keuangan

Pada suatu bisnis, transaksi yang terjadi bisa bervariasi, tergantung dari skala dan kompleksitas bisnis.

Namun, jika kita cermati lebih dalam, ada beberapa transaksi bisnis yang berulang yang terjadi pada suatu bisnis.

Di bawah ini adalah transaksi-transaksi umum yang terjadi pada bisnis UKM:

  1. Membeli Persediaan dari Pemasok
  2. Melakukan Pembayaran kepada Pemasok
  3. Menjual Produk kepada Pelanggan
  4. Menerima Pembayaran dari Pelanggan
  5. Membayar Tagihan/Biaya
  6. Meminjam Uang ke Bank
  7. Membayar Pinjaman
  8. Membayar Gaji Karyawan

Pengaruh Transaksi Pada Akun & Laporan Keuangan

Dari contoh-contoh transaksi di atas, kita akan melihat bagaimana pengaruh transaksi tersebut pada akun-akun pada chart of account serta pengaruh transaksi tersebut pada laporan keuangan.

Untuk memahami pengaruh transaksi terhadap akun-akun pada daftar akun atau chart of account, ada dua pertanyaan yang harus Anda ajukan terhapad transaksi yaitu sebagai berikut:

  1. Apa saja akun-akun yang terpengaruh oleh transaksi tersebut?
  2. Bagaimana pengaruh transaksi tersebut, apakah bertambah atau berkurang?

Sedangkan, untuk memahami pengaruh transaksi pada laporan keuangan, ada 3 pertanyaan yang perlu Anda ajukan terhadap transaksi yaitu sebagai berikut:

  1. Apakah transaksi tersebut berpengaruh pada akun riil? Jika ya, maka transaksi keuangan tersebut berpengaruh pada Laporan Neraca.
  2. Apakah transaksi tersebut berpengaruh pada akun nominal? Jika ya, maka transaksi keuangan tersebut berpengaruh pada Laporan Laba Rugi.
  3. Apakah transaksi tersebut disertai penerimaan dan penyerahan kas? Jika ya, maka transaksi tersebut berpengaruh pada Laporan Arus Kas.

Membeli Persediaan dari Pemasok

Sebuah bisnis, biasanya rutin melakukan pembelian persediaan kepada pemasok. Pembelian persediaan kepada pemasok bisa dilakukan dengan dua cara yaitu pembelian tunai dan pembelian non-tunai dengan jatuh tempo tertentu.

Pada pembelian tunai, akun-akun yang terpengaruh adalah akun Pesediaan (bertambah) dan Kas/Bank (berkurang). Laporan keuangan yang terpengaruh oleh pembelian persediaan secara tunai adalah Laporan Neraca pada sisi Aset (Persediaan & Kas/Bank) dan Laporan Arus Kas karena adanya penyerahan kas.

Sedangkan, pada pembelian non-tunai, akun-akun yang terpengaruh yaitu Persediaan (bertambah) dan Utang Usaha/Dagang (bertambah). Pada transaksi ini, laporan keuangan yang terpengaruh hanya Laporan Neraca. Laporan Arus Kas tidak terpengaruh karena tidak ada aliran kas pada transaksi tersebut.

Melakukan Pembayaran Pada Pemasok

Pada saat bisnis melakukan pembayaran pada pembelian non-tunai, akun-akun yang terpengaruh adalah akun Utang Usaha (berkurang) dan Kas/Bank (bertambah). Dengan demikian, Laporan Keuangan yang terpengaruh akibat transaksi ini adalah Laporan Neraca & Laporan Arus Kas.

Menjual Produk Kepada Pelanggan

Suatu bisnis, biasanya rutin menjual produk kepada pelanggan. Ada dua macam metode penjualan, yaitu penjualan tunai dan penjualan non-tunai. Pada praktiknya, penjualan non-tunai lebih sering dilakukan daripada penjualan tunai.

Pada penjualan tunai, akun-akun yang terpengaruh adalah Persediaan (berkurang), Kas/Bank (bertambah), Pendapatan (bertambah), dan Harga Pokok Penjualan (bertambah). Sehingga, laporan keuangan yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Laporan Neraca, Laporan Arus Kas dan Laporan Laba Rugi.

Sedangkan, pada penjualan non-tunai, akun-akun yang terpengaruh adalah akun Persediaan (berkurang), Piutang Usaha/Dagang (bertambah), Penjualan (bertambah) dan Harga Pokok Penjualan (bertambah). Sehingga, laporan keuangan yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Laporan Neraca dan Laporan Laba Rugi.

Menerima Pembayaran dari Pelanggan

Pada saat menerima pembayaran dari pelanggan, akun-akun yang terpengaruh adalah Kas/Bank (bertambah) dan Piutang Usaha/Dagang (berkurang). Laporan keuangan yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Laporan Neraca dan Laporan Arus Kas.

Membayar Tagihan/Biaya

Setiap bulan, bisnis akan mengeluarkan kas untuk membayar tagihan/biaya misalnya biaya air, listrik, telepon, gaji karyawan dll. Pada transaksi pembayaran tagihan/biaya misalnya membayar gaji karyawan, akun-akun yang terpengaruh yaitu Biaya Gaji (bertambah) dan Kas/Bank (berkurang). Akibat dari transaksi ini, terjadi perubahan pada Laporan Neraca, Laporan Laba/Rugi, dan Laporan Arus Kas.

Meminjam Uang Ke Bank

Adakalanya, bisnis membutuhkan pinjaman dari pihak lain untuk operasional usahanya. Sebagai contoh, bisnis mengajukan pinjaman ke bank. Sebagai akibat dari transaksi ini, bisnis harus membayar pokok pinjaman beserta bunganya.

Saat menerima pinjaman dari bank, akun-akun yang terpengaruh adalah Kas/Bank (bertambah) dan Utang Bank (bertambah). Atas transaksi ini, terjadi perubahan pada Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas.

Membayar Pinjaman

Sebaliknya, saat bisnis melakukan pembayaran pinjaman, akun-akun yang terpengaruh adalah Kas/Bank (berkurang), Utang Bank (berkurang), Beban Bunga (bertambah). Laporan keuangan yang terpengaruh oleh transaksi ini adalah Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas.

Transaksi Keuangan dan Pengaruhnya
Transaksi Keuangan dan Pengaruhnya

Penutup

Transaksi keuangan adalah persetujuan antara kedua belah pihak untuk menjual dan membeli barang, jasa dan instrumen keuangan. Transaksi merupakan trigger atau pemicu terjadinya proses atau siklus akuntansi.

Pada tulisan ini, saya telah membahas apa itu transaksi keuangan, metode dalam mencatat transaksi, serta contoh-contoh transaksi pada bisnis UKM.

Semoga setelah membaca tulisan ini, Anda bisa memahami transaksi apa yang terjadi pada bisnis UKM Anda dan bagaimana pengaruhnya terhadap laporan keuangan bisnis Anda.

Artikel Terkait

Leave a Comment