Debet Kredit dalam Akuntansi dan 4 Cara Mudah Memahaminya

Cara Mudah Memahami Debet Kredit

Apa yang akan Anda pelajari:

  • Mengenal istilah Debet Kredit dalam Akuntansi
  • Cara Mudah Menghafal dan Memahami Debet & Kredit

Pernahkah Anda mendengar istilah debet kredit? Kalau saya boleh menebak, Anda pasti pernah mendengarnya.

Berdasarkan survey yang saya lakukan beberapa waktu yang lalu di channel telegram akuntansi UKM, 100% responden yang mengisi survey pernah mendengar istilah debet kredit.

Namun demikian, masih pada survey yang sama, 37% responden mengaku masih belum memahami kapan sebuah transaksi keuangan akan dicatat di sisi debet atau kredit.

Di masyarakat, masih sering terjadi salah kaprah tentang debet kredit. Salah kaprah tersebut yaitu menganggap bahwa debet berarti bertambah, dan kredit berarti berkurang.

Faktanya, dalam akuntansi dan pembukuan ada akun-akun yang jika bertambah dicatat di sisi debet, dan ada juga akun-akun yang jika bertambah justru dicatat di sisi kredit.

Lalu, apa arti sebenarnya debet dan kredit dan bagaimana cara mudah memahami debet kredit? Jika Anda ingin tahu jawabannya, simak pembahasannya pada tulisan ini.

Apa itu Debet & Kredit?

Debet dan kredit adalah istilah yang ada ilmu akuntansi yang telah dikenalkan sejak beberapa ratus tahun yang lalu. Istilah debet kredit ini biasanya dibahas saat mempelajari sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping system).

Pada sistem pembukuan berpasangan, setiap transaksi bisnis akan dicatat pada minimal dua akun. Satu akun dicatat debet atau dicatat pada sisi kiri akun dan akun lainnya dicatat kredit atau dicatat pada sisi kanan akun.

Dengan kata lain, debet berarti dicatat di sisi kiri akun, dan kredit berarti dicatat di sisi kanan akun.

Dalam akuntansi, ada akun-akun yang jika bertambah dicatat di sisi debet dan ada juga akun-akun yang jika bertambah justru dicatat di sisi kredit.

Saldo Normal Akun

Untuk memahami kapan sebuah akun dicatat di sisi debet, dan kapan dicatat di sisi kredit, Anda terlebih dahulu harus memahami saldo normal masing-masing akun.

Saldo normal yaitu saldo akhir akun dalam kondisi yang normal atau seharusnya. Dalam akuntansi, ada akun-akun yang saldo normalnya debet, dan ada akun-akun yang saldo normalnya kredit.

Di bawah ini saya sajikan saldo normal lima kategori akun yaitu Aset, Liabilitas, Ekuitas, Pendapatan dan Beban.

Akun Saldo Normal Jika Bertambah
Aset Debet Debet
Liabilitas Kredit Kredit
Ekuitas Kredit Kredit
Pendapatan Kredit Kredit
Beban Debet Debet

Dalam akuntansi, berlaku kaidah sebagai berikut:

Akun yang saldo normalnya debet, jika saldonya bertambah akan dicatat debet. Akun yang saldo normalnya kredit, jika saldonya bertambah akan dicatat kredit.

Sebagai contoh, jika saldo akun aset bertambah, akan dicatat di sisi debet. Sebaliknya, jika saldo akun Liabilitas atau Utang bertambah, akan dicatat di sisi kredit.

Namun demikian, ada akun-akun tertentu yang dalam kategori akun yang sama tapi memiliki sifat yang sebaliknya dari kategori akun tersebut.

Sebagai contoh, dalam kategori aset ada akun akumulasi penyusutan aset tetap yang sifatnya justru bertolak belakang yaitu menjadi pengurang dari aset tetap. Akun-akun yang bertentangan sifatnya dengan aset disebut sebagai kontra-aset.

Di dalam kategori akun ekuitas atau modal, ada juga akun yang sifatnya bertolak belakang dengan modal. Sebagai contoh, dalam kategori akun modal ada akun dividen atau yang berarti laba yang dibagikan kepada pemegang saham yang sifatnya justru mengurangi modal. Dengan kata lain, kita bisa menyebut akun deviden sebagai kontra ekuitas.

Selain deviden, ada juga akun dalam kategori modal yang sifatnya mengurangi modal, yaitu prive atau drawing (pengambilan modal oleh pemilik untuk keperluan pribadi)

Cara Mudah Menghafal & Memahami Debet Kredit

Petanyaannya, adakah cara mudah untuk memahami kapan suatu akun dicatat debet dan kapan suatu akun dicatat kredit?

Berdasarkan yang saya pelajari dari berbagai sumber, ada beberapa cara mudah untuk menghafal dan memahami debet kredit.

Di bawah ini adalah empat metode yang saya gunakan untuk menghafal dan memahami debet dan kredit:

1. Menghafal Saldo Normal Akun Riil & Nominal

Cara pertama untuk menghafal dan memahami debet & kredit adalah dengan cara menghafal saldo normal akun.

Pada tulisan saya beberapa waktu yang lalu, saya pernah membahas macam-macam akun. Akun dibagi menjadi 2 macam yatiu akun riil dan akun nominal.

Singkatnya, akun riil adalah akun yang ada pada laporan neraca meliputi Aset, Liabilitas dan Ekuitas. Pada akun riil berlaku aturan sebagai berikut:

  1. Jika akun aset bertambah dicatat debet, kecuali akun kontra-aset.
  2. Jika akun liabilitas dan ekuitas bertambah dicatat kredit, kecuali akun kontra-ekuitas.

Sedangkan, pada akun nominal akun yang ada pada laporan laba rugi. Pada akun nominal berlaku aturan sebagai berikut:

  1. Jika akun pendapatan bertambah dicatat kredit, kecuali akun konta-pendapatan.
  2. Jika akun beban bertambah dicatat debet.

Di bawah ini adalah Tabel Saldo Normal Akun dan pencatatannya jika saldo akunnya bertambah:

Debet Kredit

2. Menggunakan Metode T-account

Cara kedua adalah dengan menggunakan metode t-account. Pada metode ini, akun-akun divisualisasikan dalam bentuk seperti huruf T dimana sebalah kanan adalah debet dan sebelah kiri kredit.

Pada metode ini, akun-akun juga dikelompokkan kedalam akun riil (akun-akun pada neraca) dan akun nominal (akun-akun pada laporan laba rugi).

Akun Riil

Akun Nominal

3. Menggunakan Jembatan Keledai DeBAR eMPUK

Metode ketiga ini adalah dengan menggunakan metode jembatan keledai. Jembatan keledai adalah cara untuk mengingat atau menghafalkan sesuatu yang digunakan dalam bidang pendidikan.

Jembatan keledai sering berupa kata atau suku kata yang ditambahkan pada susunan kata yang ingin dihafal agar terbentuk kalimat dengan arti yang menarik atau masuk di akal.

Untuk memudahkan dalam menghafal dan memahami debet dan kredit, saya menggunakan singkatan DeBAR eMPUK.

Akun-akun yang jika bertambah dicatat Debet, saya singkat sebagai DeBAR. DeBAR merupakan singkatan dari Dividen, Beban/Biaya, Aset, dan Kerugian. Saldo normal akun dan pencatatannya jika bertambah adalah sebagai berikut:

Sedangkan, akun-akun yang jika bertambah dicatat Kredit, saya singkat sebagai eMPUK, yang merupakan singkatan dari Modal, Pendapatan/Penjualan, Keuntungan dan Kewajiban/Liabilitas. Saldo normal dan pencatatannya jika saldo akunnya bertambah adalah sebagai berikut:

4. Memberi Catatan Pada Chart of Account

Metode keempat yaitu dengan memberi catatan atau keterangan pada Chart of Account. Pada metode ini, Anda menambahkan 1 kolom tambahan pada COA untuk mencatat akun pada saat akun tersebut bertambah.

Dengan metode ini, Anda sekaligus membuat glosari, indeks atau panduan yang bisa digunakan oleh staf pembukuan dalam melakukan pencatatan transaksi keuangan.

Di bawah ini adalah contoh chart of account yang sudah diberikan keterangan bagaimana pencatatannya jika akun tersebut bertambah.

Aset

Liabilitas

Ekuitas

Pendapatan

Beban

Pendapatan/Beban Non-Operasional

Penutup

Demikian pembahasan saya tentang apa itu debat dan kredit dan bagaimana cara mudah menghafal dan memahami debet dan kredit.

Pada tulisan ini, saya menjelaskan kepada Anda tentang istilah debet dan kredit dalam akuntansi dan empat metode yang saya gunakan dalam menghafal dan memahami istilah debet kredit.

Semoga dengan membaca tulisan ini, Anda tidak bingung lagi dengan istilah debet dan kredit dan penggunaannya dalam pembukuan transaksi keuangan bisnis Anda.

Jika Anda punya pertanyaan tentang debet dan kredit, silahkan tulis pertanyaan Anda pada kolom komentar.

NB: Setelah mempelajari debet kredit, pada tulisan berikutnya saya akan membahas pengaruh transaksi keuangan terhadap akun dan laporan keuangan. So, tunggu tanggal mainnya ya.

Buat Anda yang ingin mendapatkan update terbaru dari akuntansi UKM, silahkan join channel telegram kami pada link berikut.

Artikel Terkait

Comments

  1. masrial jonaidi says:

    saya sangatn puas walaupun masi binggung membedakannya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *